Ajari anak hidup sederhana

March 1, 2007 at 7:03 am 2 comments

“orang susah cenderung berpikir susah” demikian kutipan dari seseorang yg saya lupa namanya. tapi setelah saya renungkan ternyata kebanyakan orang memiliki cara berpikir yg sama. orang kaya pun cenderung berpikir kaya.

mungkin kelihatannya sepele, tapi coba perhatikan ilustrasi berikut: orang kaya berpikir kehilangan mobil adalah musibah besar, sebaliknya orang miskin mendapat motor, walaupun tidak punya mobil, sudah merupakan kebahagiaan tersendiri. jadi tingkat kebahagiaan, mungkin berbeda antara orang kaya dgn orang miskin.

kalau dihitung untung dan rugi, maka menurut saya lebih untung jika kita berpikir spt orang miskin, jadi ketika mendapat rejeki sedikit saja kita sudah bisa mensyukurinya.

sebagai orang tua, mungkin kita harus menanamkan hal ini kepada anak kita. dengan membiasakan hidup sederhana, mudah-mudahan anak kita akan bisa menghargai apa yg diterimanya dengan lebih baik. sebagai orang tua, kita pasti ingin memberikan yg terbaik buat anak tersayang, namun hidup kadang tidak selalu spt yg kita harapkan.

aagunawan

Entry filed under: anak, ekonomi, keluarga, Umum. Tags: .

Ayah pulang malam atau agak malam?

2 Comments Add your own

  • 1. yully  |  March 1, 2007 at 10:25 am

    Setuju banget nichh
    Anak harus diajarin’ prihatin’ ( istilah Tante saya nich) dari kecil. Apa yang kita tanamkan dari sekarang itu yang menjadi karakter dan kebiasaan mereka di masa depan. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai di kemudian hari🙂
    Dulu waktu kecil, saya senang sekali liat rumah teman saya yang besar dan kayanya kok enak banget kali ya bisa tinggal di sana dan menjadi orang kaya.Tetapi tidak sampai 5 tahun, karena ada “sesuatu ” , keluarga temen saya “hancur ” dan rumah besar tersebut disita dan yang saya tahu sampai sekarang keluarga tersebut berpencar. ADapun teman saya dimana sepantaran dengan saya sewaktu kecil, tidak diajarkan hidup ” susah ” dan tumbuh menjadi anak yang egois dan mau menang sendiri jika sedang bermain. Sekarang setelah keluarganya hancur, kabar terakhir yang saya dengar, teman saya tidak tamat sekolah SMA dan hidupnya menjadi seorang perokok berat . Mungkin inilah yang dinamakan tidak bisa menerima kenyataan hidup, karena hidup ini ibarat roda yang terus berputar. Kadang di atas , kadang dibawah.Bener bukan????

  • 2. Evi  |  April 20, 2009 at 3:16 am

    aku gak tau ya,apa skrg aku dah nerapin hdp sederhana pa blm ke anakku.anakku masih 3 bln lebih 14 hr sih.tapi mgk skrg yg aku terapin adl. semuany aku sesuain dgn kebutuhan.msl,beli boneka,ato mainan lain.semasih blm butuh ya udah ditunda dl.sampe detik ini,anakku msh punya 2 boneka n 2 mainan puter yg digantung.kadang suami minta ini minta itu tp klo anak blm ngerti trus buat apa.jadi ya diikuti aja kbutuhannya apa n jg liat kantong he..he..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


March 2007
M T W T F S S
    Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blog Stats

  • 33,535 hits

%d bloggers like this: